PENGARUH TINDAK KEKERASAN DI TELEVISI TERHADAP KEHIDUPAN REMAJA

Makalah Akhir Berfikir dan Menulis Ilmiah (KPM 200)

 

 

PENGARUH TINDAK KEKERASAN DI TELEVISI TERHADAP KEHIDUPAN REMAJA

 


 

 

 

Oleh :

Annisa Noviani

I34110118

 

 

 

 

 

Dosen :

Dr. Ir. Ekawati Sri Wahyuni

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

 

ABSTRAK

Pertelevisian semakin hari semakin berkembang pesat, sekarang semakin banyak informasi menarik yang dapat disiarkan melalui televisi.Tentu saja hal tersebut dapat bersifat positif terhadap masyarakat. Tetapi di sisi lain ternyata televisi juga memberikan sifat negatif terhadap masyarakat, misalnya seperti tindak kekerasan yang kadang di tayangkan dalam adegan-adegan tayangan televisi tertentu seperti berita kriminal, sinetron, dan lain-lain. Hal ini harusnya mendapatkan perhatian khusus, karena berdampak terhadap masyarakat khususnya remaja. Banyak kasus-kasus mengenai kekerasan yang dilakukan remaja misalnya tauran dan tindakan kriminal yang  disebabkan mengikuti tayangan pada televisi. Dengan perilaku seperti itu masa depan remaja pun bisa ikut hancur dan kehidupan para remaja juga akan terganggu. Dalam hal ini Pemerintah seharusnya memberikan solusi yang tepat, agar orang tua juga tidak khawatir akan anak-anaknya. Orangtua juga harus dapat membimbing anaknya dalam menyeleksi tayangan seperti apakah yang pantas di tonton untuk seumuran mereka.Dan dari pihak pertelevisian harus mampu memberikan tayangan yang lebih baik lagi.

Kata kunci : tayangan televisi, dampak pada remaja, peran pemerintah,peran orang tua, peran penyiar.


PRAKATA

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengaruh Tindak Kekerasan di Televisi Terhadap Kehidupan Mayarakat” ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai prasyarat kelulusan untuk mata kuliah Berpikir dan  Menulis Ilmiah dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya tak lupa penulis sampaikan kepada Ibu Dr. Ir. Ekawati Sri Wahyuni selaku dosen pengajar dan selaku asisten praktikum yang telah memberikan banyak arahan, saran, dan masukan selama proses penulisan hingga penyelesaian makalah ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada orangtua, keluarga, dan teman-teman yang selalu memberi dorongan dan semangat dalam menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.

Bogor,   12  Juni 2012

Annisa Noviani

NIM. I34110118

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL …………………………………………………………… i

ABSTRAK ………………………………………………………………………… ii

PRAKATA ………….…………………………………………………………….  iii

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………  iv

PENDAHULUAN ………………………………………………………………… 1

REMAJA ……………………………………………………………………….………….…………2 PENGARUH TINDAK KEKERASAN DI TELEVSI TERHADAP

KEHIDUPAN REMAJA ……………………………………………………………………………..2

SIMPULAN……………………………………………………………………….  4

DAFTAR PUSTAKA            …………………………………………………………….  5

PENDAHULUAN

Sesuai dengan tujuannya, komunikasi massa mempunyai fungsi untuk memberikan informasi, mendidik, menghibur dan mempengaruhi, sudah dapat dipastikan bahwa komunikasi akan memberikan dampak atau pengaruh terhadap komunikannya. Begitu juga dengan televisi yang merupakan media komunikasi massa. Televisi akan memberikan pengaruh, baik pengaruh positif maupun pengaruh positif.Salah satu pengaruh psikologis dari televisi seakan-akan menghipnotis penonton. Sehingga mereka seolah-olah hanyut dalam keterlibatan pada kisah atau peristiwa yang ditayangkan. Dalam tingat usia dan perbedaan kelamin pengaruh tayangan televisi terhadap masing-masing individu berbeda-beda. Respon masyarakat pun terhadap tayangan televisi berbeda.

Rumusan masalah :

  • Bagaimana respon masyarakat terhadap tayangan televisi di Indonesia.
  • Sejauh mana pengaruh tayangan televisi indonesia terhadap individu yang berbeda.

Tujuan :

  • Mengidentifikasi perilaku masyarakat dalam menonton tayangan televisi Indonesia.
  • Mengidentifikasi pengaruh tayangan televisi terhadap individu berbeda.
  • Mengidentifikasi respon masyarakat terhadap tayanga televisi Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REMAJA

Remaja dalam bahasa Latin adalah adolescene, yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”.Istilah adolescene sesungguhnya mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1991). Remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi integrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Remaja  juga dapat didefinisikan sebagai sebagai periode transisi antara masa anak-anak ke masa dewasa, atau masa usia belasan tahun. WHO (World Health Organization ) (Sarwono, 2004) memberikan definisi mengenai remaja lebih konseptual, remaja adalah suatu masa dimana ;

  1. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
  2. Individu mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa.
  3. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.

Pada umumnya permulaan masa remaja ditandai dengan perubahan-perubahan fisik. Bersamaan dengan perubahan fisik maupun psikis, mereka memulai melepaskan diri dari ikatan orang tua dan kemudian terlihat perubahan-perubahan kepribadian yang terwujud dalam cara hidup mereka untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat (Gunarsa, 1989).

PENGARUH TINDAK KEKERASAN DI TELEVISI TERHADAP KEHIDUPAN REMAJA

Lowery dan De Fleur (1993) dalam Evita (2007) melihat perilaku penggunaan media terdiri dari jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai media, jenis isi media yang dikonsumsi dan berbagai hubungan antara individu konsumen media dengan isi media yang dikonsumsi secara keseluruhan.Evita (2007) dalam penelitiannya tentang perilaku menonton dipengaruhi oleh frekuensi menonton, jenis tayangan, dan motif.

Menurut Drabman dan Thomas yang dikutip Surbakti (2008), bahaya tayangan yang mengandung unsur kekerasan yang disiarkan oleh televisi adalah mengajarkan pada mereka sikap hidup dan perilaku agresif sebagai falsafah hidup. Dampaknya terhadap kehidupan remaja adalah :

  1. Meningkatkan perilaku kekerasan bagi sebagian besar remaja. Meskipun mereka dididik untuk memiliki sikap toleransi, namun tayangan yang mereka saksikan justru mengajarkan sebaliknya, sehingga terjadi benturan hebat di dalam batin mereka untuk memilih sikap yang akan mereka ambil.
  2. Tayangan kekerasan menyebabkan remaja kehilangan kepekaan terhadap perilaku agresif itu sendiri. Artinya, mereka menganggap kekerasan adalah sesuatu yang wajar dan biasa. Akibatnya mereka menjadi terbiasa melakukan kekerasan dalam interaksi mereka sehari-hari.

Menurut Guntarto (2004), terdapat tiga aspek yang akan membawa pengaruh buruk terhadap perilaku etis remaja, yaitu :

  1. Aspek Moralitas; aspek yang menyangkut nilai-nilai baik,buruk, benar, dan salah. Perilaku tertentu yang dianggap salah di masyarakat ditampilkan begitu saja di sinetron, tanpa ada penekanan bahwa perilaku itu salah.
  2. Aspek kekerasan; yaitu aspek yang memperlihatkan adegan marah-marah, penyiksaan, dan perkelahian dengan tean. Adegan serangan fisik dan lontaran kata-kata kasar pun ditampilkan secara jelas.
  3. Aspek seksualitas ; aspek ini bisa ditampilkan dalam bentuk narasi atau percakapan, dari cara berpakaian, pergaulan pria dan wanita cenderung permisif.

Mengenai pola menonton  berita kriminalitas di TV, Thorndike (Sadiman, 1999) dalam law of Repetetion menjelaskan bahwa  frekuensi dan intensitas informasi yang diperoleh akan menentukan apakah perilaku khalayak terpengaruh oleh informasi tersebut.Pemikiran bahwa perilaku remaja terkait kriminalitas dipengaruhi oleh :

1)      Jumlah stasiunTV yang ditonton,ini menunjukkan tingkat variasi stasiun TV yang ditonton.

2)      Saat menonton. Subiakto (2004) menyebutkan saat menonton termasuk dalam pola tayangan kriminalitas secara rutin.

3)       Motif menonton.

4)      Minat menonton.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SIMPULAN

Disamping memberikan dampa positif, televisi juga dapat memberikan dampak negatif bagi pemirsannya khususnya remaja.Bahkan apabila dikaji lebih jauh, dampak negatifnya jauh lebih besar dibandingan dampak positifnya. Kekerasan yang ada pada tayangan televisi dapat memperngaruhi perilakunya, hal itu  juga dapat mempengaruhi akan kehidupannya. Remaja akan cenderung mengikuti pola tingkah laku yang  menjadi pemeran sebuah tayangan televisi tersebut. Disamping itu orang tua memiliki tanggungjawab untuk mengawasi, mendampingi dan menseleksi acara-acara televisi yang menjadi tontonan anaknya.Tidak hanya orang tua, pemerintah dan pertelevisian pun bertanggung jawab atas hal ini.

 

SARAN

Peran orangtua, pemerintah dan dari pertelevisian pun berpengaruh terhadap dampak negatif televisi. Dan yang bisa dilakukan oleh mereka adalah sebagai berikut :

1)      Peran Orang tua

Setiap Orangtua harus bisa mengontrol tontonan anaknya.Disamping itu orang tua juga harus bisa menjadi kontrol bagi pihak penyiar televisi untuk memberikan saran ataupun kritikan bahkan menentang acara televisi yang bisa berdampak negatif bagi pemirsannya.

2)      Peran Pemerintah

Bagi Pemerintah harus melakukan penyaringan terhadap setiap acara televisi, serta harus adanya standarisasi film yang layang untuk di tayangkan atau tidak layak.

3)      Peran Pertelevisian

Bagi pihak penyiar televisi, seharusnya tidak hanya mementingkan keuntungan tetapi harus mempertimbngkan dampaka dari acra tersebut.Pihak penyiar juga harus mengatur acara televisi agar fungsi dari televisi sebagai sarana informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru, dapat berjalan sebagaimana fungsinya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Astri, T.2006.Pola menonton sinetron dan perilaku etis remaja : kasus sinetron bertemakan remaja di televisi.Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Suharto, Ari. 2006. Hubungan pola menonton berita kriminal di televisi dengan perilaku remaja. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Valentine H, Virgin.2009. Efek berita kriminal terhadap perilaku khalayak remaja.Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Cesar, D.2011. Persepsi remaja terhadap unsur kekerasan dalam sinetron di televisi.Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Evita Cecilia. 2007. Hubungan perilaku menonton film percintaan dengan sikap remaja terhadap perilaku pacaran. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s